Category Archives: Uncategorized

Siswa SD di Gorontalo Juara Internasional, Usai Bawa Materi Soal Pantai dan Hiu Paus

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar Indonesia di kancah internasional. Seorang slot777 online siswa Sekolah Dasar (SD) dari Gorontalo, Gibran Abdila Taha, sukses meraih kampiun pertama dalam kancah bergengsi International Student Speech Competition 2024.

Siswa kelas 3 SD Brillikids Leadership Gorontalo ini, sukses menjadi kampiun tingkat regional Indonesia. Dia memenangkan kancah ini untuk golongan umur 5 hingga 10 tahun.

International Student Speech Competition ialah kancah persaingan tahunan yang diselenggarakan oleh Franklin Covey, USA.

Kompetisi dunia ini menjadi wadah sekolah di segala dunia untuk bisa saling berbagi cerita dan inspirasi terkait dengan progres program-program kepemimpinan di sekolah masing-masing.

Dapat dibilang, torehan kampiun yang diraih Gibran Abdila bukanlah perkara mudah. Dirinya seharusnya mempersiapkan segala sesuatunya karena seharusnya berkompetisi dengan siswa dari segala dunia.

Bayangkan, Gibran seharusnya menyingkirkan ribuan peserta untuk memenangkan persaingan yang diikuti oleh 31 negara hal yang demikian. Tak hanya itu, sempurna peserta yang ikut serta kurang lebih 2.100 peserta.

Untuk mencontoh persaingan ini, pihak sekolah membikin video berisi kesibukan yang menceritakan seputar proyek kepemimpinan yang dilaksanakan oleh para siswa.

“Video itu kemudian diunggah di situs legal penyelenggara. Untuk tahun 2024 ini, ada 31 negara yang ikut serta serta dengan sempurna 2100 peserta yang terbagi dalam sebagian golongan,” kata Ika Hadikum Kepala Sekolah Brillikids Leadership Elementary School Gorontalo.

“Untuk peserta terbagi menjadi sebagian golongan individual umur 5 – 10 tahun, 11 – 15 tahun, 16 – 19 tahun, serta golongan sekolah ” ujarnya.

Sementara video speech yang dibawakan Gibran ialah menceritakan seputar kesibukan proyek kepemimpinan ‘I am a leader’ yang dilakukannya bersama siswa kelas 3 Brillikids di pesisir Pantai Hiu Paus, Botubarani, Bone Bolango.

Dalam proyek ini, para siswa Brillikids berkolaborasi dengan siswa SDN 2 Kabila Bone dalam melaksanakan kesibukan bersih-bersih pantai.

Sampah yang mereka kumpulkan kemudian dibagi menjadi dua jenis, ialah sampah organik dan sampah anorganik. Sampah anorganik diolah bersama menjadi kolase berbentuk hiu paus.

Walaupun sampah organik di usulan ke dalam biopori, supaya bisa terurai kembali menjadi tanah atau pupuk kompos.

Ketua Yayasan Bina Insan Brillian, Dewi Rahmawaty Isa bilang, bahwa hal yang paling membikin mereka berbangga dari kemenangan Gibran dalam kontes ini ialah bahwa terbukti si kecil-si kecil Gorontalo punya banyak potensi hebat.

“Aku berbangga sekali, Gorontalo bisa berkompetisi di kancah internasional,” kata Dewi Rahmawaty Isa.

Pendidikan, Kesetaraan dan Inklusi: Pendidikan dan Pelajaran untuk Utara yang Berkelanjutan

Pendidikan, Kesetaraan, dan Inklusi: Pendidikan dan Pelajaran untuk Utara yang Berkelanjutan, diedit oleh Diane B. Hirshberg, Mhairi C. Beaton, Gregor Maxwell, Tuija Turunen, dan Janette Peltokorpi, dan diterbitkan oleh Springer pada tahun 2023, menawarkan perspektif kontemporer seputar permasalahan pengajaran, kesetaraan, dan inklusi dalam konteks pengajaran berkelanjutan di kawasan Utara. Buku ini menyoroti kebijakan yang dimaksudkan untuk menunjang inklusivitas dan keadilan dalam konteks nasional dan regional di kawasan Arktik. Ini menggali lebih dalam penyediaan pengajaran di kawasan Utara, terlebih mengeksplorasi kesulitan dan kemajuan yang terlibat dalam menangani berjenis-jenis kebutuhan siswa di lingkungan terpencil dan kencang berkembang. Sementara banyak teks membahas hal-hal yang terkait dengan keadilan, inklusivitas, dan keragaman, beberapa besar berkonsentrasi pada kawasan Selatan dan menyampingkan pelajaran yang dapat diambil dari Utara.

Bab 1 buku ini berkonsentrasi pada upaya untuk meningkatkan hasil pengajaran di Alaska, yang bertujuan menantang demo spaceman narasi krisis guru di kawasan tersebut. Bab 2 menyelidiki instrumen kebijakan yang dipakai untuk memantau dan mengevaluasi sistem pengajaran di Greenland. Bab 3 buku ini membahas dasar Pendidikan Guru Sami, Dalam konteks khusus Sami University of Applied Sciences di Norwegia, yang menawarkan program pengajaran guru untuk siswa di Sami Utara, bab ini memakai analitik teks dan narasi diri untuk menerima wawasan ke dalam implementasi praktis dari kurikulum. Bab 4 menawarkan analitik komparatif seputar ketentuan pengajaran untuk bahasa autentik Sami yang terancam punah dan bahasa warisan minoritas Gaelik di Skotlandia.

Bab 5 menyoroti pentingnya pembuat kebijakan pengajaran dengan menetapkan elemen-elemen seperti identitas budaya etnis, bahasa ibu, dan inklusi untuk memfasilitasi integrasi si kecil-si kecil imigran di Kepulauan Faroe. Bab 6 menyoroti tantangan dan kemungkinan yang muncul dari elemen geografis dalam transisi mulus dari pengajaran dasar ke pengajaran tinggi bagi individu muda yang tinggal di Lapland Utara, Finlandia. Bab 7 menunjukkan hasil studi penelitian yang dilakukan di antara kelompok sosial Saami dan Nenets di Rusia, memeriksa identitas yang dianut oleh individu muda dalam kelompok sosial adat ini dibandingi dengan rekan mereka di Rusia. Bab 8 bertujuan untuk mengatasi kesenjangan dalam penelitian seputar pengajaran di Greenland, terlebih mengenai perspektif siswa seputar pengalaman mereka di kelas. Bab 9 menyelidiki tema pengajaran untuk pembangunan berkelanjutan dengan memeriksa implementasi proyek penelitian perbuatan di Swedia berjudul ‘Mendidik Keberlanjutan Tentang dan Kelompok Sami di Sekolah Menengah. Dalam Bab 10, konsentrasi bergeser ke dua pendidik merespon tidak adanya konten dan sejarah Pribumi dalam konteks pengajaran Kanada. Bab 11 menyelidiki sudut pandang dua pulau Nordik saat mereka memeriksa kerangka kebijakan yang dibutuhkan untuk mempersiapkan pendidik masa depan untuk terlibat dengan siswa dari latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda. Bab 12 mengeksplorasi topik rekrutmen dan pergantian guru di sekolah-sekolah Greenland, membuktikan perbandingan antara pesisir Barat dan Timur Greenland.

Bab 13 berupaya mengkaji taktik pengajaran yang memfasilitasi pengajaran inklusif dan personal di sekolah kelas rangkap yang terletak di kelompok sosial pedesaan kecil di utara Norwegia. Bab 14 membahas penelitian perbuatan kolaboratif yang dimaksudkan untuk menunjang guru di daerah pedesaan terpencil yang mengalami kesulitan mengikuti kursus pengembangan profesional. Bab 15 mengadopsi perspektif ‘non-utara’ untuk membuktikan jenjang pengajaran di kawasan utara. Para peneliti menyoroti isu-isu seperti bahasa, budaya, kelompok sosial lokal, perubahan demografis, dan kebijakan pengajaran yang memengaruhi layanan pengajaran di kawasan tersebut. Buku ini memberi tahu visi pengajaran dan pelajaran yang komprehensif, menarik wawasan dan pengalaman dari berjenis-jenis perspektif. Buku ini dibentuk menurut dua tema utama: memberdayakan guru untuk merangkul keragaman dan mempromosikan inklusi di dalam kelas.

Ini Beberapa Alesan Pentingnya Belajar Bahasa Inggris Dalam Dunia Pengajaran, Kamu Seharusnya Simak!

Bahasa inggris menjadi salah satu mata pelajaran yang penting di dalam dunia pendidikan.

Mata pelajaraan bahasa Inggris ini semenjak SD sampai SMA malah di dunia perkulihan masih menjadi salah satu mata pelajaran yang semestinya ada di dunia pendidikan.

Bahasa Inggris juga yaitu bahasa internasional yang dipakai di segala belahan dunia.
Oleh sebab itu belajar bahasa Inggris menjadi keharusan di dalam dunia pendidikan.

Ada sebagian alasan demo slot mahjong ways 2 kenapa bahasa Inggris semacam itu penting untuk dipejari terkhususnya di dalam dunia pendidikan.

Berikut inilah alasan kenapa bahasa inggria itu penting dalam dunia pendidikan :

  1. Bisa untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri

Dengan kita menguasai bahasa Inggris, kita akan dengan mudah meraih pendidikan yang tinggi ke luar negeri. Pintar dalam berbahasa Inggris yaitu persyaratan yang paling penting untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Hal ini dikarenakan dikala mencapai pendidikan di luar negeri, bahasa pengantar yang dipakai yaitu bahasa Inggris.

  1. Meningkatkan Karir

Mempunyai kemampuan berbahasa Inggris yang baik tak akan ada ruginya bagi kita. Sebab salah satu manfaat yang kita dapatkan yaitu dengan menguasai Bahasa Inggris maka kita dapat meningkatkan karir. Dikarenakan banyak perusahaan internasional yang akan menambahkan persyaratan khusus memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik pada dikala merekrut karyawan baru.

  1. Bisa Menambah Wawasan dan Pengalaman

Ada banyak manfaat yang dapat kita dapatkan bila menguasai Bahasa Inggris. Kalau Kita menguasai Bahasa Inggris maka kita akan lebih mudah memahami isi dari jurnal, buku, artikel atau majalah yang kita baca. Kecuali itu, pada dikala kita menonton film kita juga lebih mudah untuk memahami apa yang diceritakan didalam film hal yang demikian.

  1. Meningkatkan Kecerdasan dan wawasan

Merajai lebih dari satu bahasa terbukti dapat meningkatkan kecerdasan dan wawasan. Dikarenakan dengan menguasai lebih dari satu bahasa akan memberikan dampak positif pada perkembangan otak. Kecuali it, juga dapat menghindarkan Kamu dari penyakit pikun.

Kalau kita mulai terbiasa mempelajari Bahasa Inggris dan sudah menguasainya maka lambat laun otak cenderung lebih mudah untuk menerima bahasa asing lainnya. Artinya Kamu dapat mempelajari bahasa asing lainnya, seperti bahasa jepang, bahasa jerman dan lainnya.

Pengajaran Hati Usia Dini: Ini Beda PAUD, Playgroup, dan TK

Pengajaran yaitu hal terlebih yang perlu diemban setiap buah hati, karena sungguh-sungguh memberi pengaruh masa depannya kelak. Malah berdasarkan American Academy of Pediatrics (AAP), buah hati-buah hati yang dimasukkan ke preschool atau pendidikan buah hati umur dini akan memiliki kemampuan membaca yang lebih bagus, kosakata yang lebih kaya, dan kemampuan dasar matematika yang lebih bagus.

Kesadaran ini bahkan terbukti meningkat, seiring dengan banyaknya orangtua yang menyekolahkan buah hati-buah hati mereka semenjak balita. Di Indonesia sendiri, ada banyak sekolah yang telah dibangun untuk memfasilitasi pendidikan buah hati umur dini. Mulai dari PAUD, playgroup, hingga TK.

Langsung apa bedanya ketiga sekolah tersebut? Pertanyaan itu mungkin acap kali kali muncul. Coba yuk, pahami poloclubapt.com istilah-istilah pendidikan buah hati umur dini tersebut supaya kamu yang sebentar lagi bakal menyekolahkan buah hati lebih mudah untuk menentukannya!

  1. PAUD

PAUD yaitu akronim dari Pengajaran Hati Usia Dini. Menurut undang-undang pasal 28 Sidiknas nomor 20/2003, PAUD yaitu tahapan pendidikan yang diberikan sebelum buah hati menjelang pendidikan dasar, yaitu saat masih berusia 1-8 tahun.

Dalam tahapan sekolah yang juga dikenal dengan istilah pre-school ini, buah hati umur dini akan disampaikan dengan nama warna (merah, biru, kuning, dan lain-lain), bentuk (bulat, segi tiga, persegi, dan lain-lain), serta objek (seperti komponen tubuh yaitu, tangan, kaki, mata, dan lain-lain). Selain itu, buah hati juga dibiasakan belajar bagaimana metode berkomunikasi dengan lingkungannya dan meniru instruksi simpel.

  1. Playgroup

Sesudah melalui tahapan PAUD, orangtua yang berharap melanjutkan sekolah umur dini si kecilnya dapat melanjutkan ke tahapan playgroup. Masih dikategorikan pendidikan non formal, klasifikasi bermain ini diperuntukkan bagi buah hati berusia 2-4 tahun.

Hati-buah hati yang terdaftar dalam playgroup lebih diajarkan untuk mengembangkan motorik, kecerdasan emosial, serta metode bersikap dan berbuat. Pembelajarannya bahkan mengaplikasikan metode bermain yang tetap menyenangkan.

  1. TK

Berbeda dari klasifikasi bermain, TK atau taman kanak-kanan termasuk dalam lembaga pendidikan formal. TK yaitu tahap berikutnya saat buah hati telah lulus dari klasifikasi bermain dan dialamatkan untuk buah hati umur 4-6 tahun.

TK memiliki kurikulum yang beraroma akademis. Tujuannya supanya buah hati lebih siap menghadapi pendidikan sekolah dasar. Maka di sini, buah hati mulai diajarkan pembelajaran-pembelajaran kognitif seperti berhitung dan membaca. Dengan kegiatan rutin ini, otomatis mereka juga dapat membiasakan diri untuk lebih disiplin, terlebih dalam menjalankan rutinitasnya di sekolah seperti bangun pagi dan berkegiatan hingga separo hari.

Padahal buah hati telah disekolahkan semenjak umur dini, tidak berarti peran orangtua telah tergantikan setengahnya. dan ayah tetap sepatutnya memantau kegiatan mereka, mengevaluasi metode belajar, serta mendampinginya saat bersosialisasi. Apa yang telah diajarkan bahkan, masih perlu kita ulang kembali di rumah hingga buah hati terbiasa menanamkan hal-hal positif dalam hidupnya.

Tugas mendidik buah hati tetaplah sepatutnya dikuasai orangtua sebagai tangan pertama. Selebihnya, PAUD dapat menjadi partner bagi orangtua.

Sekolah Tatap Muka 100% di Jakarta Dimulai Hari Ini, Maksimal 6 Jam

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan pelajaran tatap muka atau PTM terbatas dengan kapasitas 100 persen mulai hari ini, Senin (3/1/2022). Aktivitas belajar mendidik akan berlangsung optimal enam jam.

“PTM Terbatas dijalankan tiap hari. Jumlah peserta didik dapat 100% dari kapasitas ruang kelas dengan lama belajar paling banyak 6 jam pelajaran per hari,” kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana melewati keterangan tertulis, Pekan (2/1/2022).

Ketentuan pengerjaan PTM terbatas di wilayah DKI Jakarta merujuk pada Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pendidikan Nomor 1.363 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada Masa Pandemi COVID-19.

SK hal yang demikian yaitu tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri yaitu slot deposit qris Mendikbudristek, Menang, Menkes, dan Mendagri No 05/KB/2021, No 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/Menkes/6678/2021, Nomor 443-5847 Tahun 2021 tentang Tutorial Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19.

Berdasarkan kedua aturan hal yang demikian, PTM terbatas di Jakarta mulai diberlakukan sejak hari pertama masuk sekolah di semester genap tahun ajaran/tahun akademik 2021/2022, yaitu Senin, 3 Januari 2022.

Mengingat saat ini DKI Jakarta berada pada status PPKM tahapan 1 menurut Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 67 tahun 2021, karenanya merujuk pada SKB 4 menteri terupdate, PTM terbatas dapat digelar tiap hari dengan jumlah peserta didik 100 persen dari kapasitas ruang kelas. Adapun, durasi belajar optimal berlangsung selama enam jam per hari.

Melainkan demikian, sekolah yang dapat mencontoh aturan dengan kapasitas hal yang demikian, minimal 80 persen guru atau kekuatan kependidikan di sekolah patut sudah mendapatkan vaksin dosis 2. Kecuali itu, minimal 50 persen warga masyarakat di kabupaten atau kota tempat sekolah hal yang demikian juga sudah divaksin.

Nahdiana menegaskan, dalam hal ini protokol kesehatan konsisten menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan PTM terbatas. “Protokol kesehatan patut menjadi perhatian utama bagi segala warga sekolah,” tegasnya.

Berdasarkan pantauan di SDN Cipete Utara 15 Pagi, Senin (3/1/2022), pelajaran tatap muka berlangsung sejak pukul 07.00 WIB sampai 11.00 WIB dengan kapasitas kelas terisi 100 persen. Sebelum memasuki ruang kelas, para siswa dievaluasi temperatur tubuhnya terpenting dahulu di gerbang sekolah. Menonjol siswa mengenakan masker saat pelajaran berlangsung.

PSF-SDO Jawab Tantangan Pengajaran Terupdate di Indonesia

Putera Sampoerna Foundation-School Development Outreach (PSF-SDO) bermufakat untuk terus menyokong sekolah dalam menjawab tantangan pendidikan terupdate di Indonesia.

“Tantangan kesenjangan mutu pendidikan antarsekolah di kota dan di pinggiran kota telah menyemangati kita untuk menciptakan sebuah program yang bisa menyokong terjadinya peningkatan mutu pendidikan di sekolah mitra slot online

yang berpengaruh pada sekolah sekitarnya, dan memiliki pengaruh positif rentang panjang sehingga bisa menyokong pemerataan mutu pendidikan secara keseluruhan,” ujar Gusman Yahya, Direktur PSF-SDO, di Kintamani, Bangli, Jumat (7/12).

PSF-SDO selaku perancang dan pelaksana Lighthouse School Program (LSP) memberikan apresiasi terhadap Pemprov Bali atas performa dan janjinya dalam memajukan pendidikan di Bali, khususnys di SMA Negeri 1 Kintamani. Pemakaian LSP di SMAN 1 Kintamani yaitu inisiatif dari Grup Usaha Tegas Malaysia (GUTM), untuk memajukan mutu pendidikan dalam program pengembangan sekolah menengah lazim (SMA) di Kabupaten Bangli. Inisiatif ini disambut baik oleh Dinas Pengajaran dan Kebudayaan Provinsi Bali sebagai penanggung jawab level pendidikan menengah atas, dan PSF-SDO yang yaitu bagian dari Sampoerna University sebagai perancang dan pelaksana program.

LSP yaitu program peningkatan mutu sekolah via pendekatan yang intensif, komprehensif, dan kolaboratif untuk menciptakan cara manajemen sekolah yang akuntabel yang ditunjang oleh guru-guru berkwalitas, terutama pada bidang science, technology, engineering and mathematics (STEM) serta bahasa Inggris. Via LSP, guru, dan tim manajemen sekolah ditunjang untuk mengaplikasikan praktik terbaik pelajaran internasional serta diharapkan bisa mempersiapkan menjadi sekolah rujukan bagi sekolah-sekolah di sekitarnya.

Kesibukan lazim, fokus program di tahun pertama diberi tuntunan untuk meningkatkan kapasitas pedagogis dasar tiap guru mata pelajaran dan pengembangan tim manajemen sekolah. Salah satu penemuan kreatif tata kelola sekolah yang diterapkan yaitu kesibukan “three way conference” (TWC) sebagai kesibukan rutin sekolah. Beberapa ini bertujuan untuk mengkomunikasikan perkembangan tiap siswa secara lebih tepat sasaran, baik perkembangan akademis maupun non-akademis. TWC diakui oleh para guru dan siswa sebagai bentuk terobosan baru, karena lebih komunikatif dan melibatkan tidak hanya guru dan orang tua, melainkan juga siswa sebagai subyek pelajaran, serta menerima apresiasi positif dari komunitas di sekitar sekolah.

Via penemuan kreatif lain yang telah dilaksanakan SMAN 1 Kintamani, seperti pengembangan kapasitas siswa dalam menciptakan alat tolong ajar matematika, program literasi via “silent reading”, kesibukan persembahyangan dan meditasi yang dilaksanakan rutin tiap hari sebagai bentuk kongkret pengembangan karakter siswa yang terintegrasi. SMAN 1 Kintamani juga bermitra dengan Margareth River Senior High School di Perth, Western Australia sebagai “sister school”. Via kemitraan ini, kedua sekolah bisa saling bertukar pengalaman dalam hal pengembangan kesanggupan guru, siswa, dan peningkatan mutu pelajaran.

Upaya Pengaplikasian Pendidikan Karakter Bagi Siswa SMA

SMA sebagai institusi pendidikan tingkat lanjutan adalah salah satu sumber kekuatan yang penting. Sambil mengevaluasi tujuan kita, sangatlah penting untuk membentuk kurikulum yang secara jelas memuat pendidikan karakter. Tetapi, semakin simpelnya waktu studi serta mahalnya biaya pendidikan mendukung siswa menjadi siswa yang pragmatis dalam mencapai cita-citanya.

Aktivitas akademik sungguh-sungguh menuntut fokus siswa sehingga porsi bagi kesibukan kesibukan sosial menjadi semakin slot777 sedikit. Dorongan untuk berinteraksi secara sosial dengan sesama sungguh-sungguh kurang, padahal hal ini sungguh-sungguh penting dalam pembentukan karakter.

Menurut perhatikan singkat kepada para tamatan, ditemukan bahwa banyak tamatan yang rupanya tidak siap terjun ke dunia perkuliahan. Energi tahan dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan dan tekanan profesi kerap dikeluhkan sebagai kendala utama yang menghalangi pengembangan karir. Menyadari bahwa karakter individu tidak bisa disusun cuma via satu atau dua kesibukan saja, maka akan disusun kurikulum pembinaan karakter dalam mata pelajaran yang berkesinambungan dan terintegrasi dalam pelajaran, dimana proses tersebut juga melibatkan guru, karyawan, dan institusi lain dalam sekolah, sehingga manfaat pembinaan karakter bisa dinikmati.

Mengenal Cara Pendidikan di Jepang yang Maju

Jepang yakni salah satu negara maju di dunia yang memiliki metode pengajaran yang unggul. Cara pengajaran di Jepang telah sukses mewujudkan generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berjiwa kompetitif. Hal ini bisa diamati dari prestasi-prestasi yang diraih oleh siswa-siswi Jepang di bermacam-macam bidang, baik akademik ataupun non-akademik.

Pendidikan di Jepang difokuskan untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan keterampilan intelektual, dan juga meningkatkan keterampilan teknis. Pendidikan di Jepang berbeda jauh dengan spaceman pengajaran di negara lain sebab Jepang berpusat kepada kemampuan akademik yang berlanjut di kemampuan profesional.

Cara Pendidikan di Jepang
Di Jepang, pengajaran disokong secara kuat oleh pemerintah dan masyarakat. Pemerintah memberikan dukungan finansial dengan memberikan insentif kepada beberapa siswa via subsidi.

Mereka juga secara aktif memberikan dana kepada sekolah untuk meningkatkan fasilitasnya, yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih baik. Masyarakat Jepang juga amat mendorong pengajaran sebab mereka sadar akan peran pentingnya dalam pembangunan negara, dan mereka mendorong anak-anak mereka untuk sukses di sekolah.

Selain itu, Jepang telah memaksimalkan metode pengajaran yang berpusat pada keterampilan yang diperlukan dalam dunia kerja. Cara ini memungkinkan siswa untuk memilih program khusus yang mempersiapkan mereka untuk berkarir di bidang tertentu.

Program ini juga dirancang untuk menyiapkan siswa agar bisa berkompetisi di pasar kerja global. Dengan semua upaya ini, pengajaran di Jepang sukses membantu negara ini menjadi salah satu yang paling maju di dunia.

Struktur Cara Pendidikan di Jepang
Cara pengajaran di Jepang terdiri dari empat tingkatan, yakni:

Pendidikan dasar (Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama)
Pendidikan menengah atas (Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan)
Pendidikan tinggi (Perguruan Tinggi dan Sekolah Vokasi)
Pendidikan Dasar
Pendidikan dasar di Jepang semestinya dicontoh oleh semua anak usia 6-15 tahun. Pendidikan dasar di Jepang terdiri dari Sekolah Dasar (SD) selama 6 tahun dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) selama 3 tahun.

Kurikulum pengajaran dasar di Jepang difokuskan pada pengembangan kemampuan dasar siswa, seperti membaca, menulis, berhitung, dan berbahasa asing. Siswa juga diajari bermacam-macam keterampilan yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari, seperti keterampilan sosial, keterampilan kerja, dan keterampilan hidup.

Pendidikan Menengah Atas
Pendidikan menengah atas di Jepang terdiri dari Sekolah Menengah Atas (SMA) selama 3 tahun dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) selama 3 tahun. Pendidikan menengah atas di Jepang dibagi menjadi dua jalanan, yakni jalanan akademik dan jalanan kejuruan.

Trek akademik diperuntukkan bagi siswa yang berharap melanjutkan pengajaran ke perguruan tinggi. Trek kejuruan diperuntukkan bagi siswa yang berharap seketika menjelang dunia kerja.

Kurikulum pengajaran menengah atas di Jepang difokuskan pada pengembangan kemampuan akademik dan keterampilan kerja siswa. Siswa diajari bermacam-macam mata pembelajaran akademik, seperti matematika, sains, bahasa, dan sejarah. Siswa juga diajari bermacam-macam keterampilan kerja yang pantas dengan atensi dan bakat mereka.

Pendidikan Tinggi
Pendidikan tinggi di Jepang terdiri dari perguruan tinggi dan sekolah vokasi. Perguruan tinggi di Jepang terdiri dari universitas, sekolah tinggi, dan akademi. Sekolah vokasi di Jepang terdiri dari sekolah kejuruan dan politeknik.

Pendidikan tinggi di Jepang difokuskan pada pengembangan kemampuan akademik dan keterampilan profesional siswa. Siswa diajari bermacam-macam mata kuliah akademik dan keterampilan yang diperlukan untuk profesi tertentu.

Sampoerna Academy
Cara pengajaran di Jepang telah terbukti sukses dalam mewujudkan generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing. Hal ini bisa diamati dari bermacam-macam indikator, seperti hasil PISA yang menempatkan Jepang di peringkat ke-6 dunia, serta banyaknya jebolan Jepang yang sukses di bermacam-macam bidang.

Indonesia bisa belajar banyak dari metode pengajaran di Jepang. Salah satu metode yang bisa dilaksanakan yakni dengan memaksimalkan kurikulum yang berpusat pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, keterampilan abad ke-21, dan keterampilan kerja. Selain itu, perlu juga ditingkatkan kwalitas guru dan fasilitas pengajaran.

Hari Pengajaran Internasional Terbaik 2024

Hari Pengajaran Internasional adalah peringatan yang diperingati tiap tahun pada tanggal 24 Januari. Tema peringatan Hari Pengajaran Internasional pada tahun 2024 adalah “Learning for Lasting Peace” atau “Belajar untuk Penentraman yang Kekal”. Tema ini menekankan pentingnya pengajaran dalam menciptakan penenteraman yang abadi di dunia.

Sebesar itulah peran pengajaran dalam menjaga penenteraman dan membangun masa depan kita. Sebelum memikirkan bagaimana cara memperingatinya, mari simak beberapa informasi berikut ini:

Sejarah: Pihak yang menetapkan slot online 777 tanggal 24 Januari sebagai Hari Pengajaran Internasional adalah Majelis Awam PBB. Hal ini dilaksanakan pada Bulan Desember 2018, demi memperingati peran pengajaran dalam menjaga penenteraman.
Tema: Tiap tahun, tema yang diberikan untuk Hari Pengajaran Internasional berbeda. Umpamanya, tahun 2023 tema adalah “Berinvestasi pada Manusia, Memprioritaskan Pengajaran”.
Kutipan: Sekretaris Jenderal PBB António Guterres pernah berujar, “Mari berikan cara pengajaran yang dapat menyokong masyarakat yang sepadan, ekonomi yang dinamis, dan impian tidak terbatas dari tiap pelajar di dunia”.
Tanpa pengajaran bermutu yang inklusif dan merata, negara-negara tidak akan berhasil mencapai kesetaraan gender dan memutus siklus kemiskinan. Hak atas pengajaran sepantasnya jadi peluang seumur hidup bagi semua. Hal inilah yang digadang-gadang menjadi jalan keluar bagi jutaan anak, remaja, dan orang dewasa yang ketika ini masih tertinggal.

Civitas UKWMS yang menjadi komponen dari jajaran universitas swasta terbaik di Surabaya, tentu perlu menyokong hal ini. Mari luangkan waktu sejenak untuk mensyukuri pengajaran bermutu yang kita peroleh. Selain itu, betapa bagusnya memikirkan hal apa yang dapat menjadi kontribusi kita terhadap pengajaran internasional di masa depan.

Bunda PAUD Ajak Bapak Ibu Guru Selaraskan Pembelajaran PAUD-SD

Bunda Pendidikan Hati Umur Dini (PAUD) Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Dra. Elvira Bertha Maria Juandi Ogom mengajak bapak ibu guru menyelaraskan mahjong ways 2

pembelajaran dari Paud ke SD guna menghindari miskonsepsi bapak ibu guru PAUD dan SD.

Ajakan ini diperkenalkan Elvira, demikian lazim disapa ketika membawakan materi pada kegiatan Sosialisasi Perdirjen 7372 Tahun 2023 Contoh Kompetensi Kepala Sekolah dan Kegiatan Berbagi Pemanfaatan Platform Merdeka Mendidik (PMM) IGTKI – PGRI TTU yang digelar Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Kabupaten TTU, Rabu (9/5).

Membawakan materi dengan judul “Bagaimana Membangun Lingkungan Belajar Mendukung Transisi PAUD-SD”, Elvira memberi tahu bahwa, transisi PAUD-SD bukanlah masa yang gampang bagi anak, karena terdapat bermacam tuntutan antara di PAUD dengan SD.

Tata dan kebijakan di PAUD, kata Elvira, berbeda dengan SD, sehingga anak dituntut untuk dapat mengerjakan bermacam penyesuaian secara kencang dan ideal yang kemudian memunculkan tekanan bagi anak.

Kecuali itu, lingkungan belajar yang mensupport penguatan transisi PAUD-SD adalah lingkungan belajar yang mampu membangun jembatan yang layak supaya anak ajar dapat aman dan nyaman berjalan sampai mencapai kesiapannya menimba ilmu.

“Transisi PAUD-SD memang perlu untuk bagaimana bapak ibu guru memahami untuk menyelaraskan pembelajaran dari PAUD ke SD itu seperti apa,” kata Elvira, Rabu.

Elvira dalam materinya, menitik beratkan 3 hal yang mensupport transisi PAUD-SD.

Pertama, bapak ibu guru dapat mengerjakan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.

Kedua bahwa bapak ibu guru dapat menanamkan kesanggupan fondasi pada beban pembelajaran.

“Enam (6) fondasi tersebut adalah, mengetahui nilai agama dan budi pekerti, keterampilan sosial dan bahasa yang memadai, kematangan emosionil yang cukup untuk berkesibukan di lingkungan belajar, penerapan kepada belajar yang positif, pengembangan keterampilan motorik dan perawatan diri dan kematangan kognitif yang cukup untuk mengerjakan kegiatan belajar,” ujarnya.

Ketiga, lanjut Elvira, berkaitan dengan bapak ibu guru mengerjakan assesmen yang otentik kepada peserta ajar. Karena di SD tak segala anak-anak melewati PAUD, ada yang lantas masuk SD.

“Jadi masih ada perbedaan karenanya betul-betul perlu ada penyelarasan antara Guru PAUD dan SD,” kata Elvira.

Karena itu, imbuh Elvira, bapak ibu guru harus banyak belajar supaya dapat menghindari miskonsepsi ketika penerimaan siswa baru dengan tak lantas memperlakukan membaca, menulis dan berhitung (Calistung), tapi terlebih dulu menanamkan 6 fondasi dasar yang ada di PAUD sehingga ketika beralih ke SD, anak-anak tak menjadi canggung lagi.

“Ini benar-benar penting untuk menghindari miskonsepsi guru Paud dan SD karena bapak ibu guru SD tahunya, anak-anak sudah lancar Calistung meskipun tak. Ini yang harus disesuaikan dengan tumbuh kembang anak itu sendiri,”pungkasnya.