PSF-SDO Jawab Tantangan Pengajaran Terupdate di Indonesia

Putera Sampoerna Foundation-School Development Outreach (PSF-SDO) bermufakat untuk terus menyokong sekolah dalam menjawab tantangan pendidikan terupdate di Indonesia.

“Tantangan kesenjangan mutu pendidikan antarsekolah di kota dan di pinggiran kota telah menyemangati kita untuk menciptakan sebuah program yang bisa menyokong terjadinya peningkatan mutu pendidikan di sekolah mitra slot online

yang berpengaruh pada sekolah sekitarnya, dan memiliki pengaruh positif rentang panjang sehingga bisa menyokong pemerataan mutu pendidikan secara keseluruhan,” ujar Gusman Yahya, Direktur PSF-SDO, di Kintamani, Bangli, Jumat (7/12).

PSF-SDO selaku perancang dan pelaksana Lighthouse School Program (LSP) memberikan apresiasi terhadap Pemprov Bali atas performa dan janjinya dalam memajukan pendidikan di Bali, khususnys di SMA Negeri 1 Kintamani. Pemakaian LSP di SMAN 1 Kintamani yaitu inisiatif dari Grup Usaha Tegas Malaysia (GUTM), untuk memajukan mutu pendidikan dalam program pengembangan sekolah menengah lazim (SMA) di Kabupaten Bangli. Inisiatif ini disambut baik oleh Dinas Pengajaran dan Kebudayaan Provinsi Bali sebagai penanggung jawab level pendidikan menengah atas, dan PSF-SDO yang yaitu bagian dari Sampoerna University sebagai perancang dan pelaksana program.

LSP yaitu program peningkatan mutu sekolah via pendekatan yang intensif, komprehensif, dan kolaboratif untuk menciptakan cara manajemen sekolah yang akuntabel yang ditunjang oleh guru-guru berkwalitas, terutama pada bidang science, technology, engineering and mathematics (STEM) serta bahasa Inggris. Via LSP, guru, dan tim manajemen sekolah ditunjang untuk mengaplikasikan praktik terbaik pelajaran internasional serta diharapkan bisa mempersiapkan menjadi sekolah rujukan bagi sekolah-sekolah di sekitarnya.

Kesibukan lazim, fokus program di tahun pertama diberi tuntunan untuk meningkatkan kapasitas pedagogis dasar tiap guru mata pelajaran dan pengembangan tim manajemen sekolah. Salah satu penemuan kreatif tata kelola sekolah yang diterapkan yaitu kesibukan “three way conference” (TWC) sebagai kesibukan rutin sekolah. Beberapa ini bertujuan untuk mengkomunikasikan perkembangan tiap siswa secara lebih tepat sasaran, baik perkembangan akademis maupun non-akademis. TWC diakui oleh para guru dan siswa sebagai bentuk terobosan baru, karena lebih komunikatif dan melibatkan tidak hanya guru dan orang tua, melainkan juga siswa sebagai subyek pelajaran, serta menerima apresiasi positif dari komunitas di sekitar sekolah.

Via penemuan kreatif lain yang telah dilaksanakan SMAN 1 Kintamani, seperti pengembangan kapasitas siswa dalam menciptakan alat tolong ajar matematika, program literasi via “silent reading”, kesibukan persembahyangan dan meditasi yang dilaksanakan rutin tiap hari sebagai bentuk kongkret pengembangan karakter siswa yang terintegrasi. SMAN 1 Kintamani juga bermitra dengan Margareth River Senior High School di Perth, Western Australia sebagai “sister school”. Via kemitraan ini, kedua sekolah bisa saling bertukar pengalaman dalam hal pengembangan kesanggupan guru, siswa, dan peningkatan mutu pelajaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *